Selasa, 23 Juli 2013

CONTOH MAKALAH ETIKA

BAB 1 Pendahuluan
A Latar Belakang
            Seiring dengan perkembangan jaman pada saat ini,sebagian besar remaja di masyarakat ikut terpengaruh dari pergaulan,budaya yang berkembang.Perkembangan teknologi yang begitu cepat adalah faktor utama penyebaran berbagai informasi.Meskipun semua itu berguna untuk kemajuan manusia akan tetapi banyak pula yang menyebabkan hal yang negatif untuk generasi muda saat ini.
            Mungkin semua itu menjadi persoalan sendiri di masyarakat,di satu sisi membuat hidup jadi serba praktis tapi di sisi lain membuat hubungan antar manusia yang satu dengan yang lain jadi ada kerenggangan karena jarang bertemu.Kesadaran untuk mempunyai jiwa sosial dalam berbagai bentuk misalnya kerja bakti juga berkurang.
            Suasana perubahan budaya di masyarakat kadang akan berdampak luas khususnya pada generasi muda.Atas dasar itu pendidikan etika dalam masyarakat penting untuk diberikan dan diberlakukan terutama pada generasi muda.Semua itu dimulai dari keluarga,masyarakat sampai di tempat kerja.Mengingat merekalah para penerus bangsa yang harus tahu etika yang sudah diberlakukan untuk mengatur kehidupan bermasyarakat menjadi lebih baik.
B Tujuan
·         Mengetahui teori-teori yang berkaitan dengan keluarga,tempat kerja dan masyarakat.
·         Menjelaskan pengertian antara etika dan moral.
·         Menjelaskan hubungan antara etika dan moral
·         Mengetahui penerapan etika di keluarga,masyarakat dan tempat kerja.
·         Mengetahui faktor penghambat di keluarga,masyarakat dan tempat kerja.
C Rumusan Masalah
1.      Apa saja pengertian dari keluarga,tempat kerja dan masyarakat?
2.      Apakah pengertian etika dan moral?
3.      Bagaimanakah hubungan antara etika dan moral?
4.      Bagaimanakah penerapan etika di keluarga,masyarakat dan tempat kerja?
5.      Apa saja faktor penghambat di keluarga,masyarakat dan tempat kerja?
BAB 2 Landasan Teori
A Kajian Pustaka
1. Moral :
  1. Standar moral berkaitan dengan persoalan yang kita anggap akan merugikan secara serius atau benar-benar akan menguntungkan manusia.
  2. Standar moral tidak dapat ditetapkan atau diubah oleh keputusan dewan otoritatif tertentu.
  3. Standar moral harus lebih diutamakan daripada nilai lain termasuk (khususnya) kepentingan diri.
  4. Standar moral berdasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak.
  5. Standar moral diasosiasikan dengan emosi tertentu dan kosa kata tertentu.
    Standar moral, dengan demikian, merupakan standar yang berkaitan dengan persoalan yang kita anggap mempunyai konsekuensi serius, didasarkan pada penalaran yang baik bukan otoritas, melampaui kepentingan diri, didasarkan pada pertimbangan yang tidak memihak, dan yang pelanggarannya diasosiasikan dengan perasaan bersalah dan malu dan dengan emosi dan kosa kata tertentu.

2. Etika
            Etika merupakan ilmu yang mendalami standar moral perorangan dan standar moral masyarakat. Ia mempertanyakan bagaimana standar-standar diaplikasikan dalam kehidupan kita dan apakah standar itu masuk akal atau tidak masuk akal – standar, yaitu apakah didukung dengan penalaran yang bagus atau jelek.
Etika merupakan penelaahan standar moral, proses pemeriksaan standar moral orang atau masyarakat untuk menentukan apakah standar tersebut masuk akal atau tidak untuk diterapkan dalam situasi dan permasalahan konkrit. Tujuan akhir standar moral adalah mengembangkan bangunan standar moral yang kita rasa masuk akal untuk dianut.
            Etika merupakan studi standar moral yang tujuan eksplisitnya adalah menentukan standar yang benar atau yang didukung oleh penalaran yang baik, dan dengan demikian etika mencoba mencapai kesimpulan tentang moral yang benar benar dan salah, dan moral yang baik dan jahat.
B Pembahasan Masalah
Keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.
Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.
Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara.
Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.
Tempat Kerja
      Tempat kerja adalah suatu tempat dimana pekerja bekerja  dan melakukan proses produksi setiap harinya.
     Pabrik, kantor, toko, bangunan, kereta api, tambang, rumah sakit, hotel, listrik, sekolah, jalan, bangunan, laut, dll.
      Bagi kapitalis, tempat kerja adalah tempat dimana keuntungan dihasilkan. Kapitalis menciptakan berbagai macam alat untuk mengontrol buruh, dan kontrol yang ketat dan meeksploitasi para pekerjanya.
      Tempat kerja adalah suatu tempat dimana keluhan, kemarahan dan tuntutan para buruh muncul dan terus meningkat.
      Tempat kerja adalah pertarungan terdepan dari aktivitas serikat buruh dan gerakan buruh.
Etika dan Moral
 Menurut Prof.Dr.Ahmad Amin,Etika yang berasal dari bahasa Yunani “Ethos”,yaitu segala perbuatan yang timbul dari orang yang melakukan sesuatu dengan ikhtiar dan sengaja,dan pada waktu melakukannya ia mengetahui apa yang ia perbuat.
Sedangkan menurut Abudin nata,etika adalah ilmu yang menjelaskan baik dan buruk dan menerangkan apa yang seharusnya dilakukan manusia,menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya diperbuat.
Dari definisi etika tersebut diatas,dapat segera diketahui bahwa etika berhubungan dengan dua hal yaitu:
1.      Dilihat dari segi sumbernya,etika bersumber pada akal pikiran atau filsafat.Sebagai hasil pemikiran, maka etika tidak bersifat mutlak,absolute dan tidak pula universal.ia terbatas,dapat berubah,dapatmemiliki kekurangan,kelebihan dan sebagainya.
2.      Dilihat dari segi fungsinya,etika berfungsi sebagai penilai,penentu dan penetap terhadap sesuatu perbuatan yang dilakuka oleh mnusia,yaitu apakah perbuatan tersebut akan dinilai baik buruk,mulia,terhormat,hina dan sebagainya.Dengan demikian etika lebih berperan sebagai konseptor terhadap sejumlah perilakuyang dilaksanakan oleh manusia.
B.Moral
            Secara etimologi moral berasal dari bahasa latin,mores yaitu jamak dari kata mos berarti adat kebiasaan.
Abudin nata mengatakan bahwa moral merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari sifat,perangai,kehendak,atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar,salah,baik atau buruk.
            Dapat dipahami bahwa moral merupakan stadar atau batasan terhadap aktivitas yang dilakukan seorang manusia dengan nilai baik,buruk atau benar,salah sehingga dalam kehidupan sehari-hari dapat ditemui jika seseorang dikatakan bermoral maka yang dimaksud adalah baha orang itu tingkah lakunya baik dan sesuai dengan tuntutan agama.sebaliknya jika seseorang dikatakan tidak bermoral maka yang dimaksud adalah orang tersebut bertingkah laku yang tidak baikdan brtentangan dengan ajaran agama.
Hubungan antara Etika dan Moral
1.      Etika dan moral mengacu kepada ajaran atau gambaran tentang perbuatan,tingkah laku,sifat dan perangai yang baik.
2.      Etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia untuk menakar martabat dan harkat kemanusiaannya.
3.      Etika dan moral seseorang atau sekelompok orang tidak semata-mata merupakan faktor keturunan yang bersifat tetap,statis,dan konstan tetapi merupakan potensi positif yang dimiliki setiap orang.Untuk pengembangan potensi positif tersebut diperlukan pendidikan,pembiasaan,dan keteladanan serta dukungan lingkungan mulai dari lingkungan keluarga,sekolah dan masyarakat secaraterus menerus,berkesinambungan dengan tingkat konsistensi tinggi.
4.      Persamaan keduanya terletak pada fungsi dan peran yaitu menentukan hokum atau nilai dari suatu perbuatan manusia untuk ditetapkan baik atau buruk.
Secara rinci persamaan tersebut terdapat dalam tiga hal:
·         Objek:yaitu perbuatan manusia
·         Ukuran: yaitu baik dan buruk
·         Tujuan:membentuk kepribadian manusia
Selain ada persamaan antara etika dan moral sebagaimana diuraikan diatas terdapat pula beberapa segi perbedaan yang menjadi cirri khas masing-masing yaitu:
Sifat pemikiran:
-Etika bersifat teoritis.
-Moral bersifat praktis.
Pandangan mengenai tingkah laku
-Etika memandang tingkah laku manusia secara umum.
-Moral memandang tingkah laku manusia secara khusus.

C Aplikasi secara obyektif di lingkungan keluarga,masyarakat dan tempat kerja
Etika di keluarga
Etika suami istri
1.      Masing-masing suami istri harus bersikap amanah terhadap pasangannya,dan tidak mengkhianatinya sedikit atau banyak,karena suami istri adalah laksana dua mitra di mana pada keduanya harus ada sifat amanah,saling menasihati,jujur dan ikhlas dalam semua urusan pribadi keduanya,dan urusan umum keduanya.
2.      Masing-masing suami istri harus memberikan cinta kasih yang tulus kepada pasangannya sepanjang hidupnya.
3.      Masing-masing suami istri harus mempercayai pasangannya dan tidak boleh meragukan kejujurannyanasihatnya dan keikhlasannya.
Etika anak terhadap orang tua
            Seorang anak harus menghormati orang tua,berbakti kepada orang tua dan taat pada orang tua.Karna orang tua kita telah melahirkan,membesarkan kita dari kecil hingga dewasa yang penuh kasih dan sayang.
            Kewajiban seorang anak hanya membalasnya dengan tingkah laku dan sikap yang baik terhadap orang tua,membahagiakan atau membanggakan orang tua melalui prestasi dan keberhasilan.
Etika di masyarakat
a.        Etika Berbeda Pendapat
            Ikhlas dan mencari yang hak serta melepaskan diri dari nafsu di   saat berbeda pendapat.
            Juga menghindari sikap show (ingin tampil) dan membela diri dan nafsu.
             Sebisa mungkin berusaha untuk tidak memperuncing perselisihan, yaitu denga cara menafsirkan pendapat yang keluar dari lawan atau yang dinisbatkan kepadanya dengan tafsiran yang baik.
            Berusaha sebisa mungkin untuk tidak mudah menyalahkan orang lain, kecuali sesudah penelitian yang dalam dan difikirkan secara matang.
            Sedapat mungkin menghindari permasalahan-permasalahan khilafiyah dan fitnah.
            Berpegang teguh dengan etika berdialog dan menghindari perdebatan, bantah membantah dan kasar menghadapi lawan.

b.        Etika Bergaul dengan orang lain
         Hormati perasaan orang lain, tidak mencoba menghina atau menilai mereka cacat.
         Jaga dan perhatikanlah kondisi orang, kenalilah karakter dan akhlaq mereka, lalu   pergaulilah mereka, masing-masing menurut apa yang sepantasnya.
         Mendudukkan orang lain pada kedudukannya dan masing-masing dari mereka   diberi hak dan dihargai.
         Perhatikanlah mereka, kenalilah keadaan dan kondisi mereka, dan tanyakanlah keadaan mereka.
         Bermuka manis dan senyumlah bila anda bertemu orang lain. Berbicaralah kepada mereka sesuai dengan kemampuan akal mereka.
         Berbaik sangkalah kepada orang lain dan jangan memata-matai mereka.
         Mema`afkan kekeliruan mereka dan jangan mencari-cari kesalahankesalahannya dan tahanlah rasa benci terhadap mereka.
         Dengarkanlah pembicaraan mereka dan hindarilah perdebatan dan bantah membantah dengan mereka.

c.        Etika Di Jalan
         Berjalan dengan sikap wajar dan tawadlu, tidak berlagak sombong di saat berjalan atau mengangkat kepala karena sombong atau mengalihkan wajah dari orang lain karena takabbur.
         Memelihara pandangan mata, baik bagi laki-laki maupun perempuan.
         Tidak mengganggu, yaitu tidak membuang kotoran, sisa makanan di jalan-jalan manusia, dan tidak buang air besar atau kecil di situ atau di tempat yang dijadikan tempat mereka bernaung.
         Menjawab salam orang yang dikenal ataupun yang tidak dikenal.
         Beramar ma`ruf dan nahi munkar. Ini juga wajib dilakukan oleh  setiap muslim, masing-masing sesuai kemampuannya.
          Menunjukkan orang yang tersesat (salah jalan), memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan dan menegur orang yang berbuat keliru serta membela orang yang teraniaya.
         Perempuan hendaknya berjalan di pinggir jalan.
d.          Etika Makan dan Minum
         Berupaya untuk mencari makanan yang halal.
         Hendaklah makan dan minum yang kamu lakukan diniatkan agar bisa dapat beribadah kepada Allah, agar kamu mendapat pahala dari makan dan minummu itu.
         Hendaknya mencuci tangan sebelum makan jika tangan kamu kotor, dan  begitu juga setelah makan untuk menghilangkan bekas makanan yang ada di tanganmu.
         Hendaklah kamu puas dan rela dengan makanan dan minuman yang ada, dan jangan sekali-kali mencelanya.
         Hendaknya jangan makan sambil bersandar atau dalam keadaan menyungkur.
         Tidak makan dan minum dengan menggunakan bejana terbuat dari emas dan perak.
         Hendaknya memulai makanan dan minuman dengan membaca Bismillah dan diakhiri dengan Alhamdulillah.
         Hendaknya makan dengan tangan kanan dan dimulai dari yang ada di depanmu.
         Disunnatkan makan dengan tiga jari dan menjilati jari-jari itu sesudahnya.
         Disunnatkan mengambil makanan yang terjatuh dan membuang bagian yang kotor darinya lalu memakannya.
          Tidak meniup makan yang masih panas atau bernafas di saat minum.
          Tidak berlebih-lebihan di dalam makan dan minum.
         Hendaknya pemilik makanan (tuan rumah) tidak melihat ke muka orang-orang yang sedang makan, namun seharusnya ia menundukkan pandangan matanya, karena hal tersebut dapat menyakiti perasaan mereka dan membuat mereka menjadi malu.
         Hendaknya kamu tidak memulai makan atau minum sedangkan di dalam majlis ada orang yang lebih berhak memulai, baik kerena ia lebih tua atau mempunyai kedudukan, karena hal tersebut bertentangan dengan etika.
Etika di tempat kerja
1.      Etika berpakaian. Janganlah anda mengenakan pakaian kantor yang terlalu seksi dan terbuka jika di kantor terdapat peraturan mengenakan pakaian tertutup. Jangan sampai atasan dan rekan kerja gerah melihat pakaian anda yang terkesan seksi. Tampil modis dan bergaya tanpa membuka aurat yang seharusnya tertutup.
2.      Etika bertelepon. Ketika anda menerima atau menelepon menggunakan fasilitas kantor, hendaknya bukan digunakan untuk urusan pribadi. Kalaupun anda kepepet menggunakan fasilitas telepon untuk keperluan pribadi, jangan menggunakan line telepon terlalu lama. Apabila anda bekerja sebagai costumer services suatu perusahaan, hendaknya selalu menyapa dengan sopan setiap ada telepon masuk.
3.      Etika berkomunikasi. Di kantor, anda tak hanya bekerja pada atasan saja. Anda pun memiliki rekan kerja yang mungkin saja seruangan dengan anda. Janganlah menjadi seorang pekerja yang masam. Ketika anda datang, sapalah seluruh rekan kerja anda dengan senyum ramah
D Faktor penghambat di lingkungan keluarga,masyarakat dan tempat kerja
1.      Adanya aturan-aturan tertentu yang bertentangan dengan etika dan moral.
2.      Kurangnya pengetahuan tentang etika dan moral.
3.      Orang tua jarang mengajarkan tentang etika dan moral kepada anak.
4.      Pemimpin masyarakat atau perusahaan tidak memberi  teladan kepada bawahannya.
BAB 3 KESIMPULAN DAN SARAN
   A Kesimpulan
1.      Etika dan Moral saling berhubungan, mengacu kepada ajaran atau gambaran tentang perbuatan, tingkah laku, sifat, dan perangkai yang baik.
2.      Penerapan Etika bisa meliputi dalam wadah keluarga,masyarakat dan tempat kerja.
3.      Etika lebih bersifat umum sedangkan Moral bersifat khusus.
4.      Etika lebih merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan yang dilakukan manusia untuk dikatakan baik atau buruk.Perbuatan baik atau buruk dapat dikelompokkan kepada pemikiran etika karena berasal dari hasil berfikir
5.      Moral meski sering digunakan juga untuk menyebut akhlak atau etika tetapi tekanannya pada sikap seseorang terhadap nilai baik-buruk, sehingga moral sering dihubungkan dengan kesusilaan atau perilaku susila. Jika etika masih ada dalam tataran konsep maka moral sudah ada pada tataran terapan.
B Saran
Pendidikan Etika dan Moral perlu diajarkan sejak kecil berawal dari lingkungan keluarga berkembang di masyarakat dan tempat kerja,untuk menjadikan kehidupan menjadi lebih baik.
C Referensi
Kuntowijoyo,Budaya dan Masyarakat,Yogyakarta 1987
Magnis-Suseno Franz,Etika Umum,Yogyakarta 1984
Sudjoko,dkk. 2008. Pendidikan lingkungan hidup. Jakarta: Universitas Terbuka
Walpole,R.E.(1992).pengantar Statistika,Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar